Langsung ke konten utama

KARNA ALLAH KITA DIPERTEMUKAN DI MELLBOURNE

Judul naskah : Karna Allah kita dipertemukan di Mellbourne
penulis : Sisi liani
www.newnaskah.blogspot.com


bab1.         HARI YG CERAH

  haii semua perkenalkan namaku cerin, aku masih duduk di kelas 3 SMP.
aku anak tunggal, aku bersekolah di SMP NEGRI 2 JAKSEL.
hari ini aku terbangun cepat karna hari ini, hari dimana aku pertama kali menjadi anak kls 9.
aku sangat sangat bersemangat untuk kesekolah lebih awal.
mama terkejut mellihatku terbangun lebih awal tak seperti biasanya.
mama mendekatiku yg sedang mengap lebar bak kudanil
"tumben anak mama udah bangun?" tanya mama penasaran.
"hehe iyanih ma, aku ingin lebih cepat ke sekolah" jawabku tersenyum.
lalu mama menyuruhku untuk bergegas mandi.

  setelah mandi aku langsung bergegas ke ruang makan. mama  kaan ku dengan susu full cream
dengan lahap nya aku menyantap makanan hingga berderinglah jam tanganku yg tlah menunjukan pukul 7 kurang,
aku langsung mencium kening dan tangan mama, dan aku langsung bergegas ke dalam mobil yg sudah ada pak sopir didalamnya
sopir itu bernama Mulyanto yg sering ku panggil pak mul.
..pak mul telah bekerja selama aku masih kecil hingga sekarang. ia sudah ku anggap seperti bapak kandungku sendiri.

  sesampainya aku disekolah , aku mencari kelas IX-2 aku kebingungan mencari kelas berangka itu. lalu ada temanku yg memanggilku dari belakang.
sebelumnya aku mengira itu orang iseng, suaranya lemah lembut tetapi kok hawanya jadi mistis gini.
bulu kuduk ku merinding aku lalu berfikir kalau itu adalah hantu. suasana berubah menjadi sunyi sepi.
kebetulan aku berangkat lumayan lebih awal, jadi belum ada orang satupun yg berlalu lalang
makin lama bunyi itu makin menjadi-jadi. lalu ada seorang perempuan berambut panjang dan memegang pundak ku sambil memanggil namaku

  lalu kemudian aku menoleh kebelakang dengan perlahan-lahan tiba-tiba aku terkejud bukan main. dan ternyata lebih konyol dari yg ku bayangkan.
dia menjelma menjadi hantu itu adalah temanku sendiri ia bernama yossy.
"ah lo ngagetin gue aja," ucapku kesal
"hahahahahaha sorry, gue kan cuma nge test lo doang"
"tapi gak gitu juga keles" ucapku makin kesal

  lalu aku dan yossy bergegas mencari kelas kami disamping wc.
"ah sial kenapa harus disini!!" celoteh yossy
"yasudahlah mau diapakan lagi" jawabku nyengir
yossy sedikit bingung dengan sikapku yg sedikit aneh. ia mengira aku kemasukan.
konon katanya wc yg disamping kelas kami itu ada penunggunya walaupun aku tak begitu mempercayainya.
"yos, yuk kita masuk kelas" teriakku
"tunggu dulu, aku yakin kamu pasti kemasukan hantu yg diwc itu"
"ih apaan sih kamu, gak mungkin lah" jawabku kesal
"hahaha aku kira kamu kemasukan. abis dari tadi nyengir2 mulu"

  sesampaimnya kami dikelas, guru dan murid2 telah duduk dibangku nya masing2.
aku sedikit terkejut, niat hati nyampe disekolah paling awal eh taunya malah terlambat.
lalu kita berdua menuju masing2.
untungnya guru itu juga baru datang, lalu ia langsung memperkenalkan dirinya kepada anak2.
"haii anak2 perkenalkan nama ibu "suryati" panggil aja ibu sur"
"baik buk.." ucap murid2 lalu tersenyum.
ia mengajar mata pelajaran biologi dan ostrology

  tak disangka pelajaran biology telah selelsai, anak2 sangat antusias menunggu bel istirahat berkumandang.
lalu terdengar bunyi bel yg sangat merdu itu. semua murid bergegas pergi meninggalkan kelas demi membeli sesuap makanan dan minuman,
lalu tak disangka beberapa menit lagi waktu jam pulang.
aku yg tadinya sangat bersemangat pergi kesekolah sekarang terlihat bosan di dalam kelas. kelas dalam keadaan berantakan sebab murid nya berisik. ada yg sibuk lari kesana kemari, ada yg sibuk main basket, ada yg sibuk nyoret-nyoret gak jelas, ada yg sibuk selfie dan ada yg sibuk nge gosip.
biasanya itu dilakukan oleh kalangan genk genk alay di kelas
asa saat tak ada guru.
dan aku sendiri sibuk memikirkan jam pulang. badanku lemas dan mengantuk sekali, dan tak disangka aku tertidur pulas dikelas berbantalkan tas empuk pink ku dan meja belajar kelasku

  saatku tidur aku merasakan ada tangan halus yg menghampiriku dia mengusap kepalaku sambil berbisik "cerin, bangun lah" lalu aku terbangun dengan mata sipit dan rambut berantakan bak singa dan aku melihat kearah orang itu.
ternyata itu adalah buk sur.
"iya bu maaf saya tertidur disini" dengan nada penuh takut
"tidak usah takut nak, ibu mengerti " jawabnya dgn lembut.
"baik bu, terimakasih"
"ambil lah tas mu, lalu pulang lah . nanti ibumu khawatir mencari mu"
"oke bu, saya permisi dulu"

   ternyata pak Mul telah menunggu dari tadi. aku sedikit merasa bersalah kepadanya. terlihat dari wajah yg sungguh lelah meng-khawatirkan ku.
"eh eneng udh pulang?" tanya pak mul penuh khawatir
"udah pak. duh maaf banget ya pak saya tadi tertidur pulas dikelas"
"ya tak apa-apa. ayo cepat masuk mobil! ibumu telah menunggu dirumah" ucapnya lembut
lalu aku masuk kedalam mobil sedan merah itu.

  sesampainya didalam rumah terlihat wajah mama yg sangat pucat.
aku semakin merasa bersalah dengan apa yg telah terjadi.
"ma...?" tegur ku
"syukurlah kamu telah pulang" jawab mama tersenyum.
"mama kenapa? kok pucat begitu?" tanyaku dgn khawatir
"engga ko. kamu kenapa baru pulang?" tanya mama yg sedikit mengalihkan pembicaraan kami.
"maaf ma, tadi aku kecapean. lalu tertidur di kelas"
"oh begitu, yasudah beristirahat lah"

  akupun mulai beristirahat di kamar, tak habis fikir dengan hari ini. aku kira hari ini sangat menyenangkan tapi ternyata perkiraanku salah. justru aku tertimpa sial berkali-kali.
sial pertamaku telat masuk kelas, kedua dikagetin sama temen sendiri, ketiga ketiduran dikelas sampe bikin mama khawatir.

  setelah tidur beberapa jam, aku terbangun dengan wajah pucat. aku sendiri tidak tahu ada apa dengan diriku. lalu aku bergegas ke kamar mandi dan membasuh kedua telinga, mata dan muka ku. terlihat wajah putihku yang pucat seperti mayat.

  aku bergegas keluar dari kamar mandi lalu aku memanggil mama dengan wajah yang sangat pucat.
lalu mama mendekat "ada apa nak?"
"kenapa wajah mu?"
"aku gak tahu ma, bangun tidur muka ku telah seperti ini"
mama seperti nya makin khawatir. lalu mama mengantarku ke dokter.
sesampainya di dokter ternyata penyakitku adalah anemia. aku hanya kekurangan darah saja.
hatiku mulai lega, aku fikir aku kenapa-napa. lalu dokter menyuruhku untuk bed rest selama 3 hari dirumah.
aku mulai merasa boring, selama dirumah aku gak boleh kemana-mana, gak boleh makan sembarangan, harus dipiring, minum gaboleh sembarangan harus digelas.
aku merasa semua larangan itu terlalu berlebihandan menumbuhkan kelebayan.

  3 hari lamanya telah berlalu keboringan kini telah usai. aktifitaspun mulai berjalan dengan lancar. aku berharap hari ini Have Fun dan gak ada gangguan atau kesialan sama sekali.
hari ini terlihat indah dan cerah karena aku bisa kembali ke kelas yg berisik itu. walau awalnya kelas itu bikin bete tapi lama-lama jadi asyik juga.
aku dan yossy masuk kedalam kelas dan kami mengikuti jam pelajaran dengan penuh antusias dan sangat bersemangat.
"sepertinya inilah hariku yg sesungguhnya" ujar ku tersenyum

                                                              ***
hari ini sepertinya cerah sekali, entah hati ku yang sedang bergembira.
lalu saat kita makan dikantin tiba-tiba saja ada seseorang cowok tampan yang terlihat sedang memesan sebuah minuman dari samping meja makan ku.
lalu tiba-tiba saja ia datang menghampiriku dan menyapaku dengan senyuman manis yang terbuai dari wajah nya yang tampan itu.
"Haii? gue boleh gabung sama kalian gak?"
"haii juga wah tentu saja boleh, duduk aja kali"
"jawab aku yang sangat gugup dan bahkan tdk percaya
lalu dia makan didepan ku, duduk berhadapan dengan nya berhasil membuat ku merasa canggung dan badanku dipenuhi keringat yang membuat sekujur badanku basah dan tanganku mendingin serasa badanku membeku begitu saja
dia menatapku dalam-dalam, oh my god ku tak kuasa menatapnya balik. sebab aku paling gak berani ngeliat mata seseorang yang berhasil membuat aku seperti ini
sungguh ini membuatku membisu sesaat. lalu dia menyapaku kembali saat ku sedang memperhatikan nya diam-diam.
"lo anak kelas berapa?"
"hmm kelas 92"
"oh yang kelasnya disamping koperasi?"
"iya bener banget"
setelah itu kita menjadi lebih akrab . dan kebetulan  rumah kita berdua berdekatan.

Komentar